
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah berhasil mendapatkan kepercayaan dan simpati masyarakat. Sepak terjang KPK dalam menungkap kasus-kasus korupsi membuat para koruptor resah dan gelisah. Calon-calon koruptor pun harus berpikir berkali-kali untuk melakukan aksinya. Sosok sang ketua, Antasari Azhar, sudah menjadi simbol komitmen KPK dalam memerangi korupsi. Tapi wibawa KPK akan menemui ujian besar seiring redupnya kharisma Antasari Azhar.
Memang kinerja KPK bukan semata karena faktor sang ketua. Ada banyak orang disana dengan tugasnya masing-masing. Dan sepertinya sistemnya sudah berjalan. Mudah-mudahan tidak adanya Antasari Azhar tidak melemahkan daya terjang KPK. Organisasi yang bagu harus ditopang oleh sistem yang bagus pula. Sistem yang bagus tidaklah sulit menemukan orang yang bagus. Namun persoalan yang menimpa ketua KPK non aktif ini harus segera diselesaikan. Tak boleh berlarut-larut. Bila terbukti bersalah segeralah diganti. Bila tidak segeralah kembali memimpin KPK lagi. Segeralah!
CINTA BIRAHI ANTASARI
BalasHapusAntasari Azhar memang fenomenal. Menyala bagai api, melompat dari hati, membakar hangus koruptor lalu jatuh, menghilang menjadi abu. Hancur nama dan karirnya. Dia tersangka aktor intelektual pembunuhan Nasrudin, dengan latar cinta segitiga.
Benarkah pembunuh Nasrudin adalah Antasari??!!
Lepas dari persoalan pro dan kontra persoalan itu, ini adalah hasrat permasalahan cinta.
Cinta... selalu menghidangkan suatu madah tersendiri di segala lapisan masyarakat. Cinta selalu menguak rahasia alam dan misteri keabadian. Seperti tertulis dalam kisah Julius Caesar-Cleopatra, Bill Clinton-Monica Lewinski, Yahya Zaini-Maria Eva, Al Amin-Eifel, kini Antasari-Rani, semua berlatar belakang cinta.
Cinta telah membutakan mata meraka. Bagai setangkai mawar mekar indah, namun disekelilingnya dibangun pagai berduri. Mereka membabat habis pagar itu tanpa membiarkan ia berjalan dalam prosesi cinta.
Dari semua permasalahan,cinta selalu menampakkan fragment kekakuan, tiap-tiap segi permasalahan cinta membawa derita, memojokkan manusia menuju kehidupan yang serba fana.
Julius Cesar akhirnya hidup sendiri ditinggal mati Cleopatra, Al-amin dihukum 10 tahun penjara kemudian bercerai dengan kristina. Kini Antasari membunuh Nasrudin dengan latar cinta pula
Berkaca dari permasalahan itu semua, Mungkin kita harus belajar kembali apa itu cinta??!! seorang pujangga Yunani, Plato pernah berkata, bahwa cinta yang murni adalah cinta yang bebas dari pengaruh nafsu kekelaminan. Ajaran cinta ini dikatakan olehnya cinta para Dewata.
Pertanyaan besar dalam diri kita. Akankah kita harus kembali mengamalkan yang telah lama punah itu??!!